Dahulu, orang hanya menggunakan hub atau repeater untuk menghubungkan beberapa komputer pada sebuah network. Repeater bekerja pada layer 1 pada OSI Model. Dengan repeater, sebuah LAN dapat menjangkau area yang lebih luas. Selain itu, repeater sangat berguna untuk memperkuat sinyal. Namun repeater tidak dapat berbuat banyak manakala jumlah komputer yang terhubung semakin banyak. Network akan semakin “sibuk” dan congestion akan semakin sering terjadi.
Congestion dapat dijelaskan sebagai suatu kondisi dimana traffic data yang melalui media network telah melebihi kapasitasnya. Untuk memudahkan, bayangkan seperti jalan raya pada jam sibuk yang dilalui banyak kendaraan. Kita bisa melihat kemacetan lalu lintas di sepanjang jalan tersebut. Kira-kira seperti itulah congestion.

Kemudia orang mencoba memecahkan persoalan tersebut dengan membuat bridge. Bridge bekerja pada layer 2 pada OSI Model. Bridge dapat memecah dua buah segmen. Dengan bridge, congestion dapat dikurangi. Sayangnya, pada bridge, jika suatu komputer dari segmen pertama mengirim paket data ke salah satu komputer pada segmen kedua, maka bridge akan meneruskannya ke seluruh komputer di segmen kedua. Ini jelas tidak efisien.
> ” />
Selanjutnya orang berusaha untuk menutupi kekurangan yang terdapat pada bridge dengan membuat perangkat yang disebut dengan switch. Switch standar bekerja pada layer 2 pada OSI Model. Switch dapat mengatur traffic sedemikian rupa sehingga HANYA komputer target saja yanjg akan menerima data. Switch dapat mempelajari MAC address setiap komputer dan dapat menangani proses pengiriman dan penerimaan data pada saat bersamaan (full duplex).
Switch mampu mengendalikan aliran data, menangani frame yang error dan menyediakan akses ke media fisik. Switch dapat membagi sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil. Dalam hal ini switch berkerja pada layer 2 dari OSI Model.
Fram yang melalui switch akan diseleksi sedemekian rupa. Jika frame dianggap error maka switch akan membuang frame tersebut (drop), sehingga network tidak akan dibanjiri oleh frame yang tidak berguna. Jika frame tidak error maka switch akan meneruskannya (forward) ke komputer target sesuai dengan alamat hardware yang tercantum pada header setiap frame.
Perbedaan utama antara bridge dengan switch terletak pada kemampuannya dalam membuat segmentasi network. Bridge hanya dapat membagi sebuah network menjadi dua buah segmen. Sedangkan switch dapat memecah satu network menjadi beberapa segmentasi network.
Tugas dan Fungsi Switch
- MAC address learning
Ketika sebuah komputer hendak mengirim data pada komputer yang lain, maka switch akan “menanyakan” MAC address-nya. Ini terjadi berulang-ulang setiap kali terdapat transfer data antar komputer. Switch mampu mempelajari MAC address dan dapat menentukan rute menuju komputer tujuan. Switchdapat menncatat daftar MAC address dan secara dinamisdapat mempelajari setiap perubahan yang terjadi pada network.
- Forwarding and filtering
Tidak semua data yang mengalir pada network cukup “bermanfaat” dan memiliki “tujuan yang jelas”. Switch mampu menentukan “nasib” frame yang melaluinya. Apakah frame harus dibuang karena error atau “tidak bertujuan”. Ataukah frame akan diteruskan ke komputer atau segmen lain.
- Segmenting end stations
Sebuah network umumnya menyediakan berbagai servis. Masing-masing servis berpotensi menimbulkan congestion. Switch dapat melakukan segmentasi, menentukan jalur virtual dan mengelompokkan berdasarkan servis-servis tertentu
Switch akan melakukan “sesuatu” manakala frame melaluinya. Switch akan mencatat perubahan MAC address setiap komputer. Jika tujuan frame telah diketahui maka switch akan langsung meneruskan frame ke komputer tujuan. Namun ketika frame tidak diketahui maka switch akan meneruskan frame KE SEMUA komputer dalam network (kecuali komputer pengirim)
Referensi
- Sosinsky, Barrie. 2009. Networking Bible. Wiley Publishing
- Sofana, Iwan. 2010. Cisco CCNA dan Jaringan Komputer. Informatika
- Rafiuding, Rahmat. 2004. Mengupas Tuntas Router Cisco. Elex Media Komputindo
- Saputro, Joko. 2010. Praktikum CCNA. Media Kita
